Archive for April, 2007

Kalibrasi perasaan: bisa ga ya??

Thursday, April 5th, 2007

Wahh lama juga ga ngupdate blog ku karena terlalu asik dengan hobi baru ku mengirimkan foto ke situs Fotografer.Net. Ya maklum lah, kan sebelum punya kamera digital ini aku masih terkungkung dengan kamera analog yang dengan segala ketidakpraktisan dan ketidakcanggihannya membuatku jadi ga pengen memotret. Kalopun ada kamera digital, paling2 cuma kamera HP Nokia 6600 ku yang masih sangat rendah resolusinya, ataupun kamera pinjaman yang tentunya memiliki karakter unik yang tidak dipahami oleh siapapun kecuali pemiliknya.

Kembali ke blog…Kamis sore aku pergi ke gereja buat Misa Kamis Putih. Gereja di tempatku ini halaman yang bisa buat parkir mobil cukup sempit, paling2 hanya muat 20-an mobil, itu pun harus berdesak2an dan menganut sistem LIFO (last in first out). Artinya, mobil yg datang belakangan malah dapet parkir deket pintu pagar, dan harus keluar duluan agar mobil2 lain bisa keluar juga.

Singkat cerita, karena tadi aku dateng agak awal, pas mau pulang, ternyata di depan mobilku masih ada 3 mobil dan dibelakangku 1 mobil, dan ternyata ke-5 mobil (3 mobil didepanku + mobil ku + 1 mobil dibelakangku = 5 mobil, betul kan?) dalam satu deret ini ga bisa keluar hanya karena mobil yang terdepan masih terkunci dan pemiliknya belom datang. Dalam posisi seperti ini aku mikir, hebat juga ya satu mobil bisa menghambat 4 mobil untuk keluar. Lebih parahnya lagi, deretan mobil di kanan dan kiriku udah mulai bisa keluar perlahan2 dengan tertib karena mobil2 di depannya sudah mulai bergerak keluar. Hanya deretanku yang masih diam ditempat.

Melihat ada celah di kananku, dan masih ada jarak juga dengan mobil di depanku dan di belakangku, aku langsung bikin rencana manuver untuk keluar  lewat  deretan sebelah kananku. Aku mundurin mobilku dikit, dengan maksud agar aku bisa langsung belok kanan dan masuk ke deretan mobil di kananku. Tapi, baru gerak mundur kira2 2 ato 3 cm aja, tiba2 terdengar suara seorang bapak teriak2 "awas belakang mepet..belakang mepet". Aku berhenti sejenak, melihat ke belakang, masih ada jarak, langsung mundurin mobil lagi. Tiba2 terdengar suara teriakan dari orang yang sama lagi "awas belakang ada mobil..udah mepet" kurang lebih begitu. Aku langsung berhenti. Ga lama kemudian si bapak tadi lalu bilang "belakangnya udah mepet..kira2 tinggal 20 cm lagi", kata bapak itu. Gubrak!! fjhsnwouspidnwpif!! Susu kok dibilang teh.. eh salah, maksudku 20 cm kok dibilang mepet!

Padahal, bagi seorang precision driver yang sangat skillful seperti saya (halah..!!), jarak 20 cm tentunya masih amat sangat jauh untuk bisa dibilang mepet, dan buat aku jarak segitu lebih pantas untuk disebut "masih 20 cm lagi" bukannya "tinggal 20 cm lagi", dan masih sangat cukup untuk bermanuver. Nah trus apa hubungannya ama judul blog ini?? Gini, dalam kasus ini, si bapak tadi menganggap jarak 20 cm sudah mepet, sedangkan buat aku jarak 20 cm masih cukup jauh, artinya ada perbedaan standar dalam mengkategorikan suatu nilai jarak tertentu untuk disebut jauh atau dekat. Itupun baru untuk penilaian jarak dalam kondisi parkir atau kondisi  mobil bergerak dengan kecepatan sangat pelan, padahal idealnya standar jarak aman kan juga menganut sistem adaptive safe distance (halah..iki istilah opo meneh??) untuk menyesuaikan jarak aman saat mobil melaju dengan kecepatan yang berbeda ataupun pada situasi yang berbeda.

Maka dari itu, saya merasa perlu diadakan suatu mekanisme tertentu untuk mengkalibrasi pikiran dan perasaan setiap orang, agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi. Bisa ga ya..? (emangnya kayak gini penting ga sih??)