TIdak Pada Tempatnya (lanjutan)
Tulisan gue yg berjudul Tidak Pada Tempatnya, ternyata mendapat komentar dari calon-calon dokter yg merasa agak tersinggung dengan isi cerita pada tulisan itu. Padahal, gue ambil contoh dokter itu karena profesi dokter sangatlah tidak asing dengan masyarakat. Maka saya pikir, akan sangat mudah dipahami jika saya membuat tulisan yg intinya adalah "ada dokter yg ga bisa nolong orang tenggelam karena ternyata dia sendiri ga bisa renang". Coba bandingkan jika ceritanya adalah "ada seorang ahli jaringan komputer bersertifikat CCIE dari Cisco System ga bisa bantu betulin mobil Mazda RX 8 ber mesin rotary yg sedang mogok karena ternyata dia sendiri blom pernah tau konstruksi mesin rotary", lebih mumet toh?
Lagipula, yg mau gue tekankan di cerita itu bukan tentang ketidakmampuan seorang dokter, tapi tentang bagaimana jika seseorang dihadapkan pada sesuatu yg memang bukan keahlian-nya (walaupun mungkin masih ada hubungannya) dan bagaimana kira2 pandangan orang awam terhadap situasi seperti itu. Pada tulisan itu gue kan juga ga menjelekan si dokter yg gue jadikan contoh, disitu gue tulis bahwa si dokter itu reputasi nya di bidang medis sudah tidak diragukan lagi, begitu juga dengan penilaian masyarakat terhadapnya. Hanya saja pada suatu ketika dia dihadapkan pada situasi yg memang sulit bagi dia. Pada situasi itu, jelas2 dia ga bisa nolong si korban karena dia sendiri ga bisa renang, sedangkan pada saat itu mungkin saja ada orang lain yg ga berpendidikan sama sekali, bahkan mungkin ga bisa baca tulis, tapi dia bisa renang dan bisa nolong para korban itu, ya ga?
Trus pertanyaan saya, kira2 pandangan orang awam terhadap hal itu gimana?
Nah, gitu loh intinya…
December 10th, 2006 at 9:36 pm
Bagus kok…aku suka gaya penulisanmu yang selalu memancing kontroversi. Siapa tahu karena ada kontroversi yang muncul dari kamu akan muncul juga berbagai solusi baru yang tidak pernah dipikirkan sebelumnya.
December 19th, 2006 at 10:02 pm
kayaknya biasa aja dehhh…
mreka juga manusia… (halah!!)
tapi yo tergantung ma derajat ketidakmampuannya dheng…
tergantung hal apa jugak yang membuat dia ga mampu sama sekali…
coz, setauku, ga mungkin tu orang gatau babar blas…
at least, dia tau basicnya lah…
yha to??