Tidak Pada Tempatnya
Segala sesuatu, atau seseorang, kalo (entah sengaja atau tidak) diposisikan pada tempat yg ga tepat, mungkin ga akan bisa membawa manfaat. Ini mungkin sering sekali terjadi, dan kita pun tahu tentang hal itu. Situasi seperti itu, kalo dipaksakan justru bisa merugikan, atau bahkan membahayakan, walaupun bisa saja terjadi justru sebaliknya. Tapi apakah kita pernah berpikir panjang dan berusaha untuk memahami letak permasalahan yg sesungguhnya? Ataukah kita justru hanya berpikir praktis, pendek, dan menganggap ketidakbermanfaatannya itu sebagai sebuah kekurangan, ketidakmampuan, atau kegagalan?
Ilustrasi nya adalah sebagai berikut (ini 100% fiksi loh, just an example):
Misalkan ada seorang dokter, sangat sukses dan terkenal. Tdk perlu disebut namanya (bingung ngarang nama nya, ntar kalo ga sengaja sama dengan nama seseorang bisa repot). Di masyarakat, dokter itu terkenal sangat ramah, baik hati, suka menolong, ga sombong, ga suka bengong, dan kulit nya ga gosong
Reputasi nya sebagai dokter sudah tidak diragukan lagi. Masyarakat banyak yg percaya kepada dokter itu, dan terlanjur mengidentikkan dokter tersebut sebagai orang yg bisa menolong/menyelamatkan/menyembuhkan. Tapi suatu ketika, saat dokter tersebut sedang bertugas di suatu pulau yg terpencil (agak hiperbolis), dia melihat ada sebuah perahu terbalik tidak jauh dari pantai, semua penumpangnya terombang-ambing oleh ombak lautan dan nyaris hanyut. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, beberapa orang lain yg berada di pantai juga tidak berani menolong.
Saya ga akan meneruskan cerita itu, biar ngambang aja dan ga jelas apakah akhirnya para penumpang perahu yg terbalik itu selamat atau tidak. Yg penting intinya adalah, saat itu, si dokter yg jelas2 reputasi nya di bidang medis tidak diragukan lagi dan sudah banyak menolong orang, ternyata tidak bisa menolong para korban tersebut.
Nah, dalam kasus ini, apakah bisa kita katakan bahwa si dokter telah gagal menolong para korban? Ataukah kita akan menuduh si dokter tidak mau menolong para korban?
Atau mungkin kita justru mampu berpikir panjang, dan coba menganalisa, mengapa si dokter (dan juga orang2 lain di pantai) ga ada yg menolong para korban? Bisa ga kita berusaha memahami bahwa si dokter tersebut mungkin juga takut akan ombak laut tersebut atau bahkan ga bisa berenang? Bisa ga kita berpikiran bahwa para korban perahu terbalik sebenarnya ga butuh seorang dokter melainkan tim SAR? Lagipula, kalo pun ada yg terluka dan butuh penanganan dokter, pasti harus diangkat dari air dulu kan?
November 11th, 2006 at 8:36 am
ko contohnya dokter si…
sensi…
yang namanya mo nolong tu, ada rumusnya…
judulnya DRABC.
dimana2judulnya kayak gitu.
ga boleh dibalik2.
Danger
Response
Airway
Breath
Circulation
jelas banget bahwa DANGER terletak di bagian paling atas.
apa maksutnya??
it means…
dalam menolong seseorang, kita musti aware ma keadaan sekitar.
harus benar2 diperhatikan dong, apakah dengan menolong itu si penolong akan membahayakan korban, ato malah membahayakan si penolong itu sendiri.
kalo dirasa membahayakan si korban, ato si penolong, ato bahkan dua2nya, yha don’t do that…
tujuan menolong itu kan jelas, MENOLONG… bukan MENAMBAH KORBAN…
November 26th, 2006 at 6:46 pm
Sebagai calon dokter nich, tertohok juga perasaanku. Tapi kubilang ini tidak bisa dikategorikan mal praktek, seperti yang sering dituduhkan para pengacara pada kami. Bukannya gak mau menolong, lihat situasi ma kondisi, dong! Nek aku, wong renang aja gak tek teteh, nulung wong kecebur segoro, lak yo podho wae karo bunuh diri! bener, gak?
December 8th, 2006 at 5:16 am
walah, yg kasih comment di tulisan ini calon dokter smua! maap deh para calon dokter, tapi itu kan cuma contoh, lagipula untuk masuk FK kan ga disyaratkan harus bisa renang
Yg pengen aku tekankan disini adalah bagaimana kira pandangan orang awam terhadap hal itu, kalo kita sebagai yg menghadapi situasi itu pastilah udah bisa memperhitungkan resikonya dan punya pertimbangan2 tertentu, tapi orang awam kan blom tentu bisa berpikir sejauh itu, ya kan? dan parahnya lagi, yg awam tuh kadang lebih banyak dari yg tidak awam, dan sulit diberi penjelasan (basa jawa ne ngeyel), ya ga?
December 8th, 2006 at 8:36 pm
intinya jangan terlalu mengagungkan dokter…dokter juga manusia heheh….
December 9th, 2006 at 6:26 pm
hmmm kalo komentar dari Ren Chan ini sih agak subyektif, maklum pernah punya pengalaman pribadi yg ada hubungannya dengan (calon) dokter…Eh namanya sapa tuh? angkatan brp ya?