Mekanik jangan pake FEELING donk!!
August 19th, 2007 by aryowidiatmokoSaya menulis ini karena ingin mengungkapkan semua uneg-uneg dan perasaaan tidak puas yg saya alami selama berurusan dengan mekanik2 tradisional. Adapun yg saya maksud dengan "mekanik tradisional" adalah mekanik/bengkel diluar bengkel resmi sebuah merk kendaraan bermotor (dalam hal ini adalah mobil Honda), yg tidak memiliki pengetahuan yg spesifik tentang kendaraan tersebut dan hanya memiliki pengetahuan tentang kendaraaan secara umum.
Ketidakpuasan tersebut tidak hanya semata-mata karena kerugian material yg saya alami sebagai akibat dari kesalahan diagnosis kerusakan ataupun kesalahan teknis pengerjaan, tetapi juga karena kerugian waktu, dan kerugian moril sebagai akibat dari sikap mereka yg kurang profesional dan kadang tidak mau diajak berdebat dan tidak mau menerima masukan dari saya mengenai kondisi mobil saya.
Berikut adalah daftar kesalahan teknis pengerjaan maupun kesalahan diagnosis yang pernah dilakukan oleh mekanik tradisional tersebut terhadap mobil saya:
- Menyatakan bahwa diafragma vakum tidak bisa diuji apakah bocor atau tidak dengan cara dihisap dengan mulut, karena menurutnya terlalu berat, padahal belakangan saya coba hisap pada saluran vakumnya, ternyata saya bisa dengan mudahnya menggerakkan diafragma vakum tersebut. Anehnya lagi, pada kesempatan lain, dia menguji kebocoran diafragma vakum dengan cara menghisapnya dengan mulut juga, padahal sebelumnya bersikeras bahwa diafragma vakum terlalu berat untuk diuji dengan cara dihisap
- Menganggap komponen yg bernama "dashpot" sebagai katup satu arah, sehingga saat dashpot tersebut dicoba dihisap dan ditiup kemudian udara bisa masuk dan keluar, dianggapnya dashpot tersebut rusak/bocor. Padahal dashpot adalah peredam satu arah, yg cara kerjanya memang demikian, yaitu saat dihisap udara bisa masuk dengan mengalami hambatan, dan saat ditiup udara bisa keluar dengan lancar, atau sebaliknya, tergantung dari ujung mana kita menghisap/meniup
- Menyatakan bahwa pergerakan diafragma vakum dashpot adalah sangat kecil sekali dan tidak kasat mata, sehingga normal/tidak nya kerja diafragma vakum dashpot tidak bisa dilihat. Padahal belakangan terbukti bahwa pergerakan dashpot seharusnya berkisar sekitar 1 cm, jelas sebuah pergerakan yg kasat mata. Hal ini terjadi karena sang mekanik tidak tau/belom tau bahwa dashpot hanya bergerak/berfungsi saat mesin di gas dengan beban (misal kondisi berjalan) kemudian dilepas secara mendadak, atau digas mendadak tanpa beban (kondisi berhenti, presneling netral) kemudian dilepas lagi secara mendadak juga
- Memutar (memajukan) sekrup pada ujung tuas yg digerakkan oleh diafragma vakum dashpot untuk menaikkan RPM mesin saat idle/stasioner, benar2 suatu hal yg konyol, karena setiap mesin pasti memiliki yg namanya idle speed adjuster, sekrup yg berfungsi menyetel RPM idle mesin. Sedangkan diafragma vakum dashpot ini seharusnya hanya berfungsi untuk meredam laju throttle valve saat gas dilepas mendadak, agar kembali ke posisi idle/stasioner secara pelan2 hingga kembali mencapai posisi sekrup idle speed adjuster.
- Memasang dashpot terbalik, tidak tau ujung mana yg harus terhubung ke intake manifold dan mana yg harus terhubung ke diafragma vakum dashpot, akibatnya, dashpot yg berfungsi sebagai peredam satu arah tersebut praktis tidak berarti karena bekerja ke arah yg salah. Padahal dashpot ini baru saja dibeli karena dashpot yg lama terlanjur divonis bocor
- Sebagai akibat dari dashpot yg terbalik, kebocoran pada diafragma vakum dashpot menjadi tidak terdeteksi, diafragma vakum dashpot tetap bisa bergerak maju mundur. Padahal itu terjadi karena dengan terbaliknya pemasangan dashpot, maka hisapan yg diterima oleh diafragma vakum dashpot menjadi lebih besar dari yg seharusnya, tapi dengan adanya kebocoran pada diafragma yg sedemikian rupa sehingga selisih antara hisapan yg berlebihan dan kebocoran yg ada itu bisa menyerupai hisapan vakum yg seharusnya diterima oleh diafragma jika dashpot tidak terbalik dan diafragma tidak bocor, mengakibatkan seolah-olah diafragma vakum dashpot tersebut bekerja dengan normal. Namun tentunya hal ini mengakibatkan adanya tambahan udara yg masuk ke ruang bakar mesin, melalui jalur yg tidak seharusnya.
- Menyatakan bahwa kebocoran pada vacuum advancer distributor adalah penyebab dari gejala mogok misterius yg beberapa kali saya alami akhir2 ini. vacuum advancer ini memang terbukti bocor, tapi pemahamannya terhadap cara kerja vacuum advancer ini jelas2 salah. Mekanik menganggap bahwa vacuum advancer yg bocor tidak akan mempengaruhi aliran udara ke dalam mesin, padahal sudah jelas bahwa vacuum advancer mendapat kan vakum dari intake manifold, artinya, jika salah satu diafragma vakum bocor (dalam hal ini adalah vacuum advancer distributor), maka akan ada aliran udara tambahan yg masuk ke mesin melalui jalur yg tidak seharusnya, mengakibatkan campuran bahan bakar terlalu miskin, sehingga tenaga mesin berkurang. Selain itu, kebocoran ini hanya akan berakibat pada waktu pengapian yg menjadi agak mundur karena advancer tidak bekerja, akibatnya tenaga mesin sedikit berkurang juga, tetapi tidak sampe mogok total seperti yg saya alami. Belakangan terbukti juga bahwa penyebab mogok bukanlah karena kebocoran pada vacuum advancer ini
- Menganggap aliran air radiator ke dalam intake manifold berfungsi sebagai pendingin, padahal panas atau dingin adalah suatu hal yg relatif, misalnya bagi mesin, radiator jelas2 berfungsi sebagai pendingin, tetapi bagi intake manifold, jelas tidak demikian. Dari artikel yg pernah saya baca, aliran air radiator ke dalam intake manifold berfungsi sebagai pemanas untuk mencegah kebekuan bagi mobil2 yg ada di daerah2 yg mengalami musim dingin, dan bagi mobil2 yg berada di daerah yg tidak mengalami musim dingin, aliran air radiator ke dalam intake manifold ini sering diputus agar intake manifold tidak terlalu panas. Saya sendiri sebenarnya sudah berencana ingin memutus aliran air radiator ke AC heater dan intake manifold, tapi saya sendiri juga blom yakin akan hal ini
- Tidak mampu menyetel karburator dengan pas, karena hanya dilakukan dengan coba2 mengandalkan perasaan, tanpa memahami teorinya secara detail. Logikanya, dengan adanya kebocoran di saluran vakum, sudah jelas bahwa bagaimanapun juga, setelan yg pas tidak akan bisa kita dapatkan, hal ini seharusnya bisa segera disadari kalo saja sang mekanik bisa jeli melihat bahwa tidak ada perubahan yg berarti pada kerja mesin saat
sekrup setelan udara pada karburator diputar2, karena mesin mendapatkan udara ekstra melalui jalur yg tidak semestinya - Menganggap bahwa pengikisan yg dilakukan terhadap cylinder head tidak akan membawa pengaruh apapun terhadap mesin. Padahal logikanya, dengan cylinder head yg dikikis, berarti posisi cylinder head dan teman2nya (camshaft, rocker arm, dll) menjadi lebih turun dan jaraknya dengan crankshaft menjadi lebih dekat. Akibatnya, panjang timing belt yg mengatur waktu pengapian dan buka tutup katup antara crankshaft dan camshaft juga berubah. Kalo perubahan panjangnya pas satu gigi, bisa dengan mudahnya menyesuaikan posisi camshaft satu gigi juga, tapi kalo perubahannya tidak tepat satu gigi, seharusnya satu2nya solusi adalah dengan menggunakan adjustable camshaft sprocket yg sudut fasenya bisa disesuaikan
Hal-hal tersebut diatas adalah suatu bukti bahwa seseorang yg sudah dianggap sebagai mekanik yg cukup ternama di kalangan pemilik mobil tradisional pun ternyata masih kurang memahami detail suatu mobil yg sebenarnya tidaklah terlalu canggih. Mereka hanya memahami cara kerja mobil secara umum. Sebenarnya memahami mobil secara umum bukanlah sebuah kesalahan, karena di masa lalu, hampir semua mobil cara kerja nya sama smua, blom ada teknologi yg canggih yg membuat sebuah mobil memerlukan ilmu/ketrampilan khusus. Praktis, dimasa lalu mobil itu hanya terdiri dari dua macam, bermesin diesel dan bermesin bensin, dengan transmisi hampir smuanya manual, karena transimisi otomatis di masa lalu merupakan suatu hal yg menakutkan dan hampir tidak ada orang yg mau membelinya.
Mungkin ada satu hal yg bisa kita simpulkan dari sini, yaitu bahwa teknologi semakin berkembang, ilmu kita harus selalu di-update agar tidak ketinggalan jaman, dan dijaman yg semakin canggih ini, kita sudah tidak bisa lagi menggunakan pemahaman2 kita secara umum untuk memahami sesuatu yg spesifik, karena bisa jadi sesuatu tersebut memiliki teknologi yg benar2 berbeda dan prinsip kerjanya pun juga sangat berbeda.
Saya jadi teringat kepada seorang pemilik bengkel di jogja, yg memiliki buku pegangan berupa fotokopian buku berjudul Autodata, bentuknya tebal mirip buku mata kuliah elektronika dasar saat saya kuliah dulu. Benar2 seorang yg sangat profesional, menghargai teori dan teknologi, dan patut ditiru oleh mekanik2 lain, agar dalam mengerjakan perbaikan suatu mobil/kendaraan tidak hanya mengandalkan pengalaman, pemahaman umum, apalagi perasaan.
Kadang saya juga berpikir, bagaimana jadinya kalo suatu saat ada pemilik mobil Mazda RX-8 bermesin Renesis, atau pemilik mobil Honda FCX yg tiba2 mogok dan terpaksa minta bantuan mekanik tradisional, kira2 bagaimana ya reaksi para mekanik tradisional itu saat mulai mengutak-atik mesinnya??